// you’re reading...

Ekonomi dan Keuangan

TAMAN & TANAMAN : Suplir, Sosok Menyejukkan yang Gampang Ditanam

SUPLIR merupakan satu di antara sekian banyak tanaman yang mudah ditemui di sekitar kita. Pembudidayaannya pun telah berlangsung sejak lama. Menurut catatan, di abad ke-16 orang-orang Eropa dan Amerika sudah membudidayakan tanaman ini.

Tepatnya pada 1640, untuk pertama kalinya tercatat jenis suplir yang dibudidayakan, yakni Adiantum pedatum. 40 tahun kemudian, diperkenalkan jenis suplir postar (A.tenerum var.farleyense), dan terus bertambah jenisnya hingga kini.

Selain suplir-suplir “impor” di atas, ada pula suplir asli habitat alam Indonesia. Sebut saja A.hispidum dan A.diaphanum. Kemudian, seiring kemajuan teknologi dewasa ini telah dilakukan persilangan antarsuplir yang menghasilkan berbagai kultivar baru dengan penampilan yang amat dekoratif.

Sosok suplir memang indah dan menawan. Tanaman ini tumbuh merumpun, terdiri dari kumpulan tangkai daun hijau yang muncul dari permukaan tanah tempat helai-helai daunnya ditopang. Daun-daun itu tampak rimbun dan menjuntai sehingga suplir menciptakan nuansa hijau yang menyejukkan.

Toh, seringkali kita menjumpai suplir yang tampak merana, tak terurus, daunnya pucat keriting, bahkan layu dan mati. Kenapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya jelas karena kita enggan merawatnya. Padahal, perawatan suplir relatif gampang kok.

PENEMPATAN POT
Anda harus memastikan di mana pot-pot suplir bakal diletakkan. Di beranda rumah, teras, di ruang tamu, atau di ruangan kantor? Berikutnya tatalah suplir berjajar atau berbentuk asimetris, dengan jarak antarpot sekitar 40-60 cm. Yang penting, jangan sampai terkena sengatan matahari langsung.

Perhatikan pula hal berikut untuk penempatan pot. Jauhkan pot-pot dari dinding tembok putih atau hitam. Pasalnya, dari tembok itu bisa terpancar panas yang sesungguhnya tidak dibutuhkan suplir. Jangan lupa menjauhkan pot suplir dari pot anggrek yang banyak butuh air. Jika tidak, bisa-bisa tumpahan air masuk ke pot suplir dan membuat suplir kelebihan air. Bahkan, bisa-bisa suplirnya mati.

Usahakan pot suplir selalu bersih, terbebas dari rumput-rumput liar. Jadi, Anda harus rajin melakukan penyiangan sembari melakukan pembumbunan sekaligus. Bila didapatkan tangkai mati dan mengering, secepatnya gunting dan buang. Dan bila ada rumput-rumput liar yang mengusik, lekaslah dicabut baik pada pagi hari maupun sorenya.

Setelah pot dibersihkan, gemburkan pula media tanamnya. Awas, jangan sampai melukai akar atau mematahkan tangkai daun. Juga, jangan menggunakan pisau atau cethok untuk menggemburkan tanah. Gunakan saja lidi atau bekas tusuk sate.

PENYIRAMAN DAN PEMUPUKAN
Biasanya, media tanam dalam pot cukup cepat mengering. Itu berarti harus segera dilakukan penyiraman. Waktu penyiraman bisa pagi atau sore hari. Sayangnya, masih banyak penggemar tanaman hias yang kurang benar dalam melakukan penyiraman. Contohnya, seluruh daun diguyur air.

Padahal cara ini justru mengundang tumbuhnya cendawan. Yang benar adalah, ambil bak, lalu isi dengan air secukupnya. Masukkan pot suplir ke dalam bak tersebut, dengan volume air bak sekitar seperempat dari ketinggian pot suplir. Air pun akan masuk melalui lubang kapiler di dasar pot. Lama perendaman sekitar 15-30 menit.

Yang juga perlu diperhatikan adalah dari mana sumber air yang digunakan. Sumur-kah, atau air ledeng PAM? Jika menggunakan air ledeng, sebaiknya air diendapkan dulu selama semalam agar kandungan kaporitnya mengendap. Kaporit justru menjadi racun bagi suplir.

Lazimnya tanaman, suplir pun perlu dipupuk dengan pupuk lengkap, yakni pupuk lepas terkendali yang disebut NPK Tablet Pamafert. Adapun nama dagangnya antara lain Florifert-L atau Florifert F. Anda bisa membelinya di toko atau kios pertanian terdekat. Tiap pot suplir butuh 1 tablet NPK Pamafert seberat 1 gram. Larutkan pupuk ke dalam seliter air, baru kemudian disiramkan ke media dalam pot.

Selain itu, dibutuhkan pula pupuk daun, seperti Complesal atau Bayfolan. Takarannya, 4 gram pupuk daun dilarutkan dalam seliter air, dan berikan sebanyak 500 ml per pot. Lakukan setiap 1-2 minggu, tergantung kondisi pertumbuhan suplir.

Discussion

No comments for “TAMAN & TANAMAN : Suplir, Sosok Menyejukkan yang Gampang Ditanam”

Post a comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.