Muncul lagi bukti baru tentang betapa seriusnya perekonomian Jepang terpukul akibat krisis global saat ini.
Anggaran perdagangan Jepang –yang menggambarkan arus barang dan jasa– mencatat defisit terbesar pada Bulan Januari, yaitu
sebesar US$ 1,8 milyar.
Artinya Jepang untuk pertama kalinya dalam waktu 13 tahun belakangan, Jepang mengimpor lebih banyak daripada ekspor.
Permintaan akan ekspor buatan Jepang menurun sementara pendapatan dari investasi Jepang di luar negeri juga menurun.
Wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk, melaporkan ekspor Jepang pada Bulan Januari anjlok sampai hampir setengah sementara import
turun sepertiga.
Kurangnya pembeli mobil, produk elektronik dan permesinan memukul perekonomian Jepang.
Semenara menguatnya nilai Yen telah membuat keuntungan dari investasi Jepang di luar negeri menurun.
Krisis global saat ini telah menekan industri raksasa Jepang, seperti Sony dan Toyota, menderita kerugian.
Produksi di sejumlah pabrik-pabrik di seluruh Jepang sudah diturunkan dan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan.
Discussion
No comments for “Defisit dagang terbesar Jepang”
Post a comment