Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM, Dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, hari ini menegaskan hanya 2 produk yang mengandung
melamin yang beredar di Indonesia.
Hal itu dia ungkapkan dalam konperensi pers menanggapi hasil temuan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, YLKI, yang menyatakan
terdapat 10 produk makanan dan minuman yang mengandung melamin.
“Dua produk yang mengandung melamin tersebut tidak terdaftar dan masuk secara ilegal,” kata Dr. Husniah Thamrin.
Wartawan BBC Andreas Nugroho melaporkan BPOM mengaku saat ini sudah melakukan langkah hukum terhadap pelaku, namun Dr. Husniah
tidak bersedia menjelaskan kasus-kasus tersebut ketika ditanya para wartawan.
Dan terhadap produk pangan yang tidak terdaftar itu, BPOM mengatakan akan terus melakukan pengamanan di peredaran untuk dimusnahkan.
|
Tidak terdaftar
Yake Assorted Candies panjang : 5,86 ppm
Yake Assorted Candies lonjong : 5,86 ppm
Kembang Gula Tirol Chocho Mix : Sampel tak ditemukan
Nestle Bear Brand Streilized Low Fat Milk : Tidak terdeteksi
Fan Fun Sweetheart Biskuit : Sampel tak ditemukan
BPOM Indonesia
|
Dari 10 produk yang disebut YLKI mengandung melamin, BPOM mengatakan 5 diantaranya sudah terdaftar dan punya nomor resgitrasi.
Salah satu produk diantaranya –Kino Bear Coklat Crispy– sedang diuji sedangkan 4 lainnya –termasuk Dutchmill Yoghut Drink
Natural– tidak terdeteksi mengandung melamin.
Adapun 5 produk yang disebut YLKI tidak terdaftar dan 2 mengandung melamin, yaitu Yake Assorted Candies yang berbentuk panjang
maupun lonjong.
Dua produk lain yang disebut YLKI belum ditemukan sampelnya sedangkan 1 lagi tidak terdeteksi.
Adapun masuknya produk-produk ilegal tersebut biasanya melalui pelabuhan-pelabuhan kecil sehingga sulit diawasi, dan BPOM
sudah meminta bantuan Bea Cukai untuk mengendalikan masuknya produk makanan dan minuman ilegal.